3. Haluan Sejati, Haluan Magnet, Haluan Pedoman
Haluan adalah sudut yang dihitung mulai dari suatu arah Utara kekanan
sampai arah horisontal dari bidang membujur kapal kedepan / lunas
kapal.
Haluan haluan dihitung kekanan dari 0000 sampai 3600. Sudut sudut yang
diukur horisontal antara bidang membujur kapal kedepan dengan arah
arah acuan US, UM, UP. disebut :
Haluan Sejati ( Hs )
Haluan Maknit ( Hm )
Haluan Pedoman ( Hp )
Haluan Sejati ( Hs ) ialah sudut antara US dengan garis haluan kapal,
dihitung dari arah utara searah dengan perputaran jarum jam yaitu
kekanan.
Haluan Maknit ( Hm ) ialah sudut antara UM dengan garis haluan kapal,
dihitung dari utara kekanan
Haluan Pedoman ( Hp ) ialah sudut antara UP dengan garis haluan
kapal, dihitung dari utara kekanan.
Rumus Rumus :
1. Hp + deviasi = Hm 3. Hp + sembir = Hs
2. Hm + variasi = Hs 4. Hs – variasi = Hm
5. Hm - deviasi = Hp 6. Hs - sembir = Hp
4. Posisi Duga, Salah Duga dan Hasil Pelayaran
Posisi kapal atau yang umum disebut posisi adalah tempat dimana kapal
berada disuatu titik dipeta laut hasil baringan-baringan dua atau lebih
benda baringan yang menghasilkan perpotongan lintang dan bujur.
Posisi yang diperoleh dari perhitungan haluan dan jauh atau penjangkaan
kecepatan / laju sepanjang garis haluan dinamakan Posisi Duga.
Sedangkan Posisi Sejati ialah posisi kapal yang diperoleh dari baringan
benda daratan, dilaut, dilaut bebas dengan benda-benda angkasa.
Hasil Pelayaran ialah haluan yang dituju kapal dengan lintasan yang
ditempuh dalam mil laut dengan haluan itu.
Haluan dan jauh dari posisi duga ke posisi sejati dinamakan Salah duga.
Kesalahan tersebut diatas dapat disebabkan adanya pengaruh
arus atau angin. Jadi bila arus dan angin yang datang dapat diketahui,
maka dapatlah dengan mudah diadakan perhitungan-perhitungan.
Pengaruh arus dan angin ini tidak boleh diabaikan begitu saja, terutama
pada waktu menghitung haluan dan jauh. Kekuatan arus dan angin
dinyatakan dalam mil per jam.
Yang dimaksud dengan Arus Selatan itu adalah bergeraknya air menuju
kearah Selatan, kemudian yang dimaksud Angin Timur itu adalah Angin
datangnya dari arah Timur
Dari pengaruh tersebut maka akan mengakibatkan :
1. Posisi Kapal berlayar akan berada disebelah kiri / kanan dari haluan
sejati (garis rencana pelayaran), apabila arus atau angin datang dari
arah kanan/kiri kapal.
2. Hasil jarak yang ditempuh kapal tiap jam tidak tetap, karena
kecepatan kapal akan menjadi bertambah / berkurang apabila arus /
angin datang dari arah belakang / muka kapal.
Hasil Pelayaran Duga ialah haluan dan jarak antara tempat tolak dan
tempat tiba duga.
Hasil Pelayaran Sejati ialah haluan dan jauh antara tempat tolak dan
tempat tiba sejati.
Sesungguhnya salah duga itu tidak hanya disebabkan oleh pengaruh
arus /angin saja , ada beberapa pengaruh yang lain seperti cara
mengemudi yang tidak benar, penunjukan alat topdal yang tidak tepat
dan mungkin juga kesalahan pedoman.
5. Macam Macam Garis Baringan
Ada beberapa garis baringan dikapal antara lain adalah sebagai berikut :
a. Baringan Sejati ( Bs ) adalah sudut antara Utara Sejati (US) dengan
garis baringan, dihitung dari Utara kekanan,
b. Baringan Maknit ( Bm ) adalah sudut antara Utara Maknit (UM)
dengan garis baringan, dihitung dari Utara kekanan,
c. Baringan Pedoman ( Bp ) adalah sudut antara Utara Pedoman (UP)
dengan garis baringan, dihitung dari Utara kekanan.
Syarat syarat yang harus dipenuhi oleh baringan dapat
diformulasikan sebagai berikut :
a. Titik yang dibaring harus merupakan titik yang dikenal,
b. Alat alat baringan yang dipergunakan harus terpasang dengan baik
c. Baringan harus dilakukan dengan cermat dan teliti, dianjurkan dan
kebiasaan yang baik untuk membaring dilakukan beberapa kali dan
diambil pembacaan rata rata,
d. Koreksi koreksi yang digunakan harus terpercaya (koreksi total,
sembir dlsb),
e. Titik dikenal yang lebih dekat letaknya, merupakan pilihan yang baik
dari pada titik yang jauh dari kapal.
Rumus – Rumus :
1. Bp + Deviasi = Bm
2. Bm + Variasi = Bs
3. Bp + Sembir = Bs
4. Bp - Bs = Sbr
4. Bs - Variasi = Bm
5. Bm - Deviasi = Bp
6. Bs - Sembir = Bp
Salah satu cara membaring untuk menentukan posisi kapal dengan Baringan Geseran

Baringan dengan geseran dilakukan bila hanya terdapat satu bendabaringan saja, yang artinya benda baringan yang sama dibaring sekali lagi.
Pada baringan dengan geseran yang harus diperhatikan adalahmenghitung jarak yang ditempuh dan memperkirakan kecepatan kapal.Cara menghitung jarak yang ditempuh yaitu dengan mencatat pukul berapa pada Bp.I dilakukan kemudian misalnya 30 menit kemudian benda tersebut dibaring lagi dengan Bp.II. Misalnya Bp.I pada pukul08.00 kemudian Bp.II 08.30 maka waktu yang ditempuh adalah 30 menit.
Cara menghitung kecepatan kapal adalah diperkirakan dengan perhitungan perhitungan kecepatan dari hasil baringan baringan sebelumnya., misalnya didapatkan 12 mil / jam, maka jarak yangditempuh adalah 30 x 12 mil / jam = 6 mil6071Langkah-langkah membaring Didalam pemahaman dan penerapan materi kuliah yang telah disampaikan oleh pengajar adalah kunci keberhasilan dalam mentransfer ilmu yang diinginkan. Oleh karena itu kita harus mengikuti pedoman yg biasa kita kerjakan agar tepat dalam pengambilan baringan
Adapun caranya adalah sebagai berikut :
1. Baringlah benda tersebut ( mis : A ) dengan mawar Pedoman (Bp),dan jabarkan Bp menjadi Bs,
2. Tariklah garis lurus baringan sejati (Bs) dibenda A dalam arahberlawanan (dari benda A kepenilik / kekapal berpotongan digarishaluan dititik B,
3. Setelah selang waktu tertentu (mis 30 menit) benda yang samadibaring pada pedoman, setelah dijabarkan menjadi Bs, kemudiantariklah garis lurus dengan arah berlawanan (garis baringan sejati II/ Bs.II ) catat waktunya
4. Jangkakan jarak selisih waktu terhadap kecepan pada arah garishaluan ( C ),
5. Tariklah garis jajar dengan garis baringan I ( Bs.I ) dititik C6. Titik potong dari garis Bs.I yang telah digeserkan melalui titik Cdengan garis baringan sejati II ( Bs.II ) menghasilkan titik Sadalah posisi kapal.
sumber :
D. Bambang Setiono Adi.2008.NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN JILID I.
SEMOGA BERMANFAAT UNTUK YANG MEMBACANYA, MOHON MAAF JIKA TERDAPAT KESALAHAN.
SALAM LAUT INDONESIA